Kenali Fungal Acne: Jerawat Jamur yang Sering Disalahpahami
Fungal Acne Bukan Jerawat Biasa, Kenali dan Atasi dengan Tepat!
Saat kulit dipenuhi benjolan kecil, merah, dan terasa gatal, banyak orang langsung berpikir itu adalah jerawat biasa. Padahal, tidak semua masalah kulit berbenjol itu disebabkan oleh jerawat bakteri! Ada kondisi lain yang kerap salah dikenali, yaitu fungal acne atau jerawat jamur.
Walaupun namanya mengandung kata "acne", fungal acne sebenarnya bukan jerawat melainkan bentuk infeksi pada folikel rambut akibat pertumbuhan jamur berlebih.
Yuk, kita pahami lebih dalam supaya tidak salah penanganan!
(Image by Alodokter)
Apa Itu Fungal Acne?
Fungal Acne (Image by OlivaClinic)
Fungal acne adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur ragi bernama Malassezia. Oleh karena itu, kondisi ini sering disebut juga dengan nama Malassezia folliculitis atau Pityrosporum folliculitis.
Berbeda dengan jerawat biasa yang disebabkan oleh minyak berlebih (sebum) di kulit dan bakteri, fungal acne terjadi karena ketidakseimbangan flora alami di kulit, sehingga jamur tumbuh tak terkendali dan menyebabkan peradangan di folikel rambut.
Sebenarnya, jamur Malassezia secara alami memang ada di kulit kita. Namun, ketika keseimbangannya terganggu, misalnya karena kulit terlalu lembap atau sistem imun melemah, jamur ini berkembang biak berlebihan dan menyebabkan infeksi di kulit yang menyerupai jerawat, memicu munculnya ruam kecil, rasa gatal, dan peradangan.
👉 Penting: Fungal acne bukan karena kulit kotor, tapi murni infeksi dan bahkan bisa menular, terutama di kondisi lembap!
Gejala Fungal Acne
Bagaimana membedakan fungal acne dengan jerawat biasa? Ini dia tanda-tandanya:
- Benjolan kecil berisi nanah — Bila dipencet, sering keluar nanah.
- Ukuran kecil dan berkelompok— Tidak seperti jerawat batu yang besar-besar.
- Bengkak dan kemerahan — Kulit terasa lebih sensitif di area yang terkena.
- Lokasi di area berminyak — Seperti dahi, hidung, dagu, dada, punggung, dan lengan.
- Gatal — Rasa gatal mirip seperti gigitan serangga.
- Sensasi menyengat atau perih — Kulit terasa sakit bila disentuh.
- Tidak ada komedo, kista, atau pustula — Hanya benjolan kecil yang terasa gatal dan kadang sakit.
Kalau kamu menemukan banyak ciri di atas, kemungkinan besar itu fungal acne!
Penyebab Fungal Acne
Beberapa faktor yang bisa memicu fungal acne antara lain:
- Lingkungan lembap — Cuaca panas dan keringat berlebih memicu pertumbuhan jamur.
- Penggunaan antibiotik atau steroid — Obat-obatan ini bisa mengganggu keseimbangan flora kulit.
- Sistem imun melemah — Misalnya karena penyakit atau gaya hidup tidak sehat.
- Pakaian ketat — Menghalangi sirkulasi udara dan meningkatkan kelembapan kulit.
- Pola makan tinggi karbohidrat — Jamur "suka" makanan manis dan karbo tinggi.
Cara Mencegah Fungal Acne
Karena penyebabnya berbeda dari jerawat biasa, pengobatan fungal acne pun berbeda. Produk anti-acne biasa seperti salicylic acid atau benzoyl peroxide tidak efektif melawan jamur. Supaya fungal acne tidak muncul (atau kambuh), Berikut cara efektif mengatasi fungal acne:
- Gunakan Obat Antijamur. Pilih krim antijamur yang mengandung bahan seperti ketoconazole, butenafine, atau clotrimazole. Untuk kasus yang lebih berat, dokter bisa meresepkan obat oral seperti fluconazole atau itraconazole.
- Mandilah Setelah Berkeringat. Jangan biarkan keringat menempel lama di kulit. Setelah olahraga atau aktivitas berat, segera mandi dan ganti pakaian bersih.
- Gunakan sabun mandi anti jamur minimal seminggu sekali.
- Rutin membersihkan wajah dengan metode double cleansing.
- Kenakan Pakaian Longgar. Pilih baju yang tidak terlalu ketat agar kulit bisa "bernapas" dan kelembapan berlebih bisa dicegah.Kurangi skincare berbahan fatty acid seperti coconut oil.
- Gunakan pelembap bebas minyak yang sesuai dengan jenis kulitmu.
- Eksfoliasi wajah rutin 1–2 kali seminggu.
- Jaga kulit tetap kering selama dan setelah olahraga.
- Gunakan skincare dengan salicylic acid atau glycolic acid.
- Ganti dan cuci sprei minimal 1–2 minggu sekali.
- Hindari pakaian ketat berbahan sintetis.
- Perbaiki Pola Makan. Kurangi konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana yang bisa mempercepat pertumbuhan jamur.
- Hindari produk berbahan benzoyl peroxide karen bahan tersebut bisa bikin kulit makin kering.
Bahan Skincare yang Harus Dihindari saat Mengalami Fungal Acne
Kalau kamu lagi struggling dengan fungal acne, wajib waspada dengan beberapa bahan skincare ini:
- Fatty Acids: Contohnya asam laurat, linoleat, laurice acid, myristic acid, stearic acid, palmitic acid, tridecylic acid, oleic acid, dan linoleic acid.
- Lipid/Oil Berat: Seperti coconut oil, avocado oil, shea butter.
- Fatty Acid Ester: Cari bahan berakhiran "-ate" seperti glyceryl stearate,
- Fermentasi Ingredients: Seperti galactomyces.
- Benzoyl Peroxide: Bikin kulit kering berlebihan, memperparah fungal acne.
👉 Penting: Selalu cek ingredient list sebelum membeli skincare baru, ya!
Fungal acne memang tricky, karena penampilannya mirip jerawat biasa. Namun, dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa mengatasi dan mencegahnya supaya kulit tetap sehat.
Kalau kamu suka artikel ini, yuk jangan lupa share ke teman yang juga sering galau soal jerawat, ya! Boleh juga share pengalamanmu di kolom komentar. Siapa tahu ceritamu bisa bantu orang lain juga. Karena #SkincareIsSharing💖
Komentar
Posting Komentar