Stop! Kulitmu Bisa ‘Menyesal’ Kalau Kamu Masih Skip Sunscreen!


Pernahkah kamu merasa kulit cepat kusam atau muncul flek hitam padahal sudah rajin skincare-an? Bisa jadi karena kamu sering skip sunscreen!

A person is squirting cream into their hands (Image by AdoreBeautyNZ from Pixabay)

Sunscreen atau tabir surya sering kali dianggap sebagai langkah tambahan dalam rutinitas skincare, padahal sebenarnya ini adalah produk yang paling penting untuk menjaga kesehatan kulit. Tanpa perlindungan dari sunscreen, berbagai masalah kulit seperti penuaan dini, hiperpigmentasi, bahkan risiko kanker kulit bisa meningkat.

Yuk, kenali lebih dalam mengapa sunscreen itu wajib dan bagaimana cara menggunakannya dengan benar!


Kenapa Sunscreen Itu Penting?

Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 dapat membantu melindungi kulit dari 97% sinar UVB yang merusak.

Masih banyak dari kita yang meremehkan pengaplikasian sunscreen dalam kegiatan sehari-hari, padahal sinar matahari memiliki dampak besar terhadap kondisi kulit kita. 

Berikut alasan mengapa sunscreen harus jadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas skincare harianmu:


1. Melindungi Kulit dari Sinar UV (Ultraviolet)

(Foto: binus.ac.id)

UVA
  • Memiliki panjang gelombang lebih panjang dibandingkan UVB
  • Menembus lebih dalam hingga ke lapisan dermis, yaitu lapisan kulit yang bertanggung jawab atas elastisitas dan kekencangan kulit, sehingga menjadi penyebab utama kerusakan kulit jangka panjang, seperti keriput, bintik hitam, dan penuaan dini
  • Berkontribusi terhadap risiko kanker kulit. 

UVB
  • Memiliki panjang gelombang lebih pendek dibandingkan UVA
  • Hanya mencapai lapisan epidermis (lapisan luar kulit).
  • Sinar ini lebih banyak menyebabkan sunburn (kulit terbakar), kemerahan, dan rasa perih. 
  • Lebih berkontribusi dalam perkembangan kanker kulit.

Tanpa perlindungan/ sunscreen, kulit akan lebih rentan terhadap kerusakan akibat paparan sinar UV yang berbahaya, sehingga akan meningkatkan risiko kerusakan jangka panjang, termasuk penuaan dini, hiperpigmentasi, hingga kanker kulit.


2. Mencegah Penuaan Dini & Flek Hitam
    
   
(Foto: New York Daily News)

Kasus pria pengemudi truk ini adalah contoh nyata bagaimana paparan sinar UV dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. Selama 28 tahun, setengah wajahnya menerima lebih banyak sinar matahari, sehingga bagian tersebut mengalami kerusakan lebih cepat dibandingkan sisi lainnya.

Paparan sinar UV yang terus-menerus memicu stres oksidatif pada sel-sel kulit. Radikal bebas yang dihasilkan merusak DNA dan protein, serta menghambat regenerasi sel kulit. Inilah yang menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti garis halus, kerutan, dan flek hitam.

Fakta ini diperkuat oleh penelitian yang menunjukkan bahwa 80% tanda penuaan dini disebabkan oleh sinar UV. Bahkan, menurut studi dalam Journal of American Academy of Dermatology (JAMA Dermatology), penggunaan sunscreen secara rutin dapat secara signifikan mengurangi risiko photoaging dan mencegah terbentuknya kerutan baru (Hughes et al., 2013).


3. Mengurangi Risiko Kanker Kulit

(Foto: sundoctors.com)

Kanker kulit bukan hanya terjadi pada orang yang sering berjemur di pantai. Paparan sinar matahari sehari-hari tanpa perlindungan yang tepat juga bisa meningkatkan risiko terkena kanker kulit dalam jangka panjang. Sunscreen membantu mengurangi kemungkinan ini dengan melindungi kulit dari efek merusak sinar UV.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya SPF 15 secara konsisten setiap hari, bila digunakan dengan benar, dapat menurunkan risiko berkembangnya karsinoma sel skuamosa (SCC) sekitar 40 % dan mengurangi risiko melanoma hingga 50 %.



Kesalahan Umum dalam Memakai Sunscreen dan Tips Mengatasinya


Banyak orang sudah menggunakan sunscreen, tetapi masih sering melakukan kesalahan yang membuat perlindungan tidak maksimal. Apakah kamu melakukan salah satu dari kesalahan berikut ini?


1. Hanya Menggunakan Sunscreen Saat Keluar Rumah 

(Foto: KlikDokter.com)


Faktanya, sinar UVA dan UVB tetap bisa masuk dan menembus dari sela-sela kaca, pintu, maupun jendela dan mengenai kulit meskipun kamu berada di dalam ruangan.

Tips: Gunakan sunscreen setiap hari, bahkan saat di dalam rumah ya!


2. Menggunakan Sunscreen dalam Jumlah yang Tidak Cukup

Banyak orang hanya mengoleskan sunscreen dalam jumlah sedikit, padahal untuk mendapatkan perlindungan optimal, diperlukan sekitar 2 jari sunscreen untuk wajah dan leher. Jika terlalu sedikit, maka perlindungan terhadap sinar UV tidak akan maksimal.    


(Foto: anessa.id)

Tips: Pastikan untuk menggunakan sunscreen dalam jumlah yang cukup! Gunakan aturan "dua jari" untuk wajah dan leher. Untuk tubuh, aplikasikan sekitar satu sendok teh per bagian (lengan, kaki, punggung, dan dada).


3. Tidak Mengaplikasikan Ulang Sunscreen (Re-apply)

(Foto: kompas.com)

Sunscreen tidak bertahan seharian. Sunscreen akan memudar dan kehilangan efektivitasnya seiring waktu.Sebagian besar produk sunscreen hanya efektif selama 2-3 jam, terutama jika kamu sering berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan. Pastikan untuk reapply sunscreen setiap 2-3 jam agar perlindungan tetap optimal. Sunscreen akan memudar dan kehilangan efektivitasnya seiring waktu, terutama setelah terpapar air atau keringat.

Tips: Pilih sunscreen dengan tekstur airy atau waterbased agar ketika di reapply tidak terasa berat dan lengket.


4. Menggunakan Sunscreen Setelah Skincare yang Mengandung SPF

Beberapa produk skincare seperti pelembap atau foundation memang mengandung SPF, tetapi jumlahnya sering kali tidak cukup untuk melindungi kulit dari sinar UV.

(Foto: kompas.com)

Tips: Jangan menggantikan sunscreen dengan produk makeup atau pelembap yang mengandung SPF! Sunscreen tetap harus diaplikasikan sebagai langkah terakhir dalam skincare routine sebelum makeup.


5. Tidak Memilih Jenis Sunscreen yang Sesuai dengan Kebutuhan Kulit

Setiap jenis kulit memiliki kebutuhan berbeda dalam memilih sunscreen. Jika salah memilih, bisa jadi sunscreen terasa berat, lengket, atau bahkan menyebabkan timbulnya jerawat.


Perbandingan jenis kulit dan jenis sunscreen yang cocok (Image by Pinterest)

Tips: Pilih sunscreen sesuai dengan jenis kulitmu!
  • Kulit berminyak: Gunakan sunscreen berbasis gel atau water-based dengan finish matte.
  • Kulit kering: Pilih sunscreen dengan kandungan pelembap seperti hyaluronic acid atau glycerin.
  • Kulit sensitif: Gunakan physical sunscreen (mineral sunscreen) dengan kandungan zinc oxide atau titanium dioxide yang lebih ramah untuk kulit sensitif.

6. Tidak Menggunakan Sunscreen Saat Cuaca Mendung

Faktanya masih banyak loh orang yang berpikir bahwa sunscreen hanya diperlukan saat matahari terik, padahal sinar UV tetap bisa menembus awan dan merusak kulit meskipun cuaca mendung.

Girl holding an umbrella (Image by Halodoc)

Tips: Gunakan sunscreen setiap hari, bahkan saat cuaca mendung atau hujan. Sinar UV tetap ada meskipun matahari tidak terlihat!


7. Tidak Membersihkan Sunscreen dengan Benar

Sunscreen bersifat water-resistant atau memiliki formula yang menempel kuat di kulit, sehingga hanya mencuci wajah dengan sabun biasa mungkin tidak cukup untuk membersihkannya.

A person pouring toner onto a cottonpad (Image by okezone.com)

Tips: Gunakan metode double cleansing! Bersihkan sunscreen dengan cleansing oil atau micellar water terlebih dahulu, lalu lanjutkan dengan facial wash untuk memastikan kulit benar-benar bersih.



Sunscreen adalah investasi terbaik untuk menjaga kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini serta kanker kulit. Dengan menghindari kesalahan umum dalam penggunaannya dan menerapkan tips yang tepat, kamu bisa mendapatkan perlindungan optimal dari sinar UV.

Jadi, jangan lupa pakai sunscreen setiap hari dan reapply secara rutin ya, Sobat Cantik!


#SunscreenEveryday #ProtectYourSkin #GlowingSkinJourney #CantikSehat



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Glow FX Glow Bomb 19% Glow Booster Serum

Jangan Asal Tempel! Ini Tips dan Cara Benar Pakai Acne Patch

Rekomendasi Lip Product Tahan Lama 💄✨

Bye-Bye Makeup Crack! Ini 7 Tips Agar Makeup Tahan Lama Sepanjang Hari✨